Aneh!!! Tanggal 27 September Ahok Berpidato, Tanggal 6 September Sudah Ditonton Oleh Saksi ini


JelasUnik.com - Saksi Pelapor terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Willyuddin Abdul Rosyid mengaku melaporkan Ahok setelah membaca diskusi di sebuah grup WhatsApp.

"Saya tidak ingat pengirimnya siapa tapi saya lihat di grup Aliansi Anti Syiah (Anas)," kata Willyuddin dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017) malam.

Menurut pengakuan Willyudin di persidangan, dia meluhat video pidato Ahok secara penuh. Durasi video yang dilihatnya selama 1 jam 48 menit 32 detik.

"Saya hanya melihat bagian besar, awal pidato-pidato program perikanan. Konsentrasi pada menit yang terdakwa melakukan penodaan agama," jelas Willyuddin.

"Fokus Al Maidah karena saya tersinggung. Saya cukup di situ karena pada intinya sebagai umat Islam tidak etis diucapkan oleh terdakwa," tambahnya.

Ketika ditanya salah satu pengacara Ahok perihal ketidaksesuaian data antara laporan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Willyudin mengaku bahwa itu salah ketik.

"Menurut laporan saudara saksi tercantum tanggal 6 September 2016 dengan lokus di Bogor, penodaan agamanya TKP di Tegallega, Bogor. Jadi bukan yang di Pulau Seribu," ujar pengacara Ahok.

"Tanggal 6 (September 2016) itu saya lihat video yang di-upload sehingga saya kaji setelah kita download saya mengamati video itu di rumah saya di Tegallega," jawab Willyuddin.

Jawaban Willyuddin tersebut sontak membuat pengacara Ahok tidak habis pikir. Pasalnya Kejadian atau Pidato Ahok di Kepulauan Seribu adalah tanggal 27 September 2016, sementara Willyuddin mengaku sudah menonton video pidato Ahok pertanggal 6 September 2016.

"Bagaimana mungkin 21 hari sebelum peristiwa, saudara saksi sudah bisa menonton YouTube?" tanya pengacara Ahok.

Willyuddin berdalih apabila yang mengetik BAP itu bukan dirinya. "Mungkin salah ketik dari polisi, waktu itu saya melapor jelang Isya," kata Willyuddin.

Willyudin Abdul Rasyid Dhani diketahui menjabat sebagai Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Ia yang aktif melakukan penolakan terhadap pendirian gereja GKI Jasmin Bogor.

Willyudin juga pernah tercatat sebagai Ketua Komisi bidang Pengkajian dan Pengawasan Aliran Sempalan dalam Islam, MUI kota Bogor.

Dalam aksi Super Damai 2 Desember 2016 Willyudin adalah koordinator dari GNPF MUI Bogor Raya.

Sidang lanjutan akan diadakan pada tanggal 17 Januari 2017 mendatang dengan agenda mendengarkan kesaksian para saksi yang belum dipanggil dan dua orang polisi dari Polresta Bogor yang mengetik BAP Willyuddin.

0 Response to "Aneh!!! Tanggal 27 September Ahok Berpidato, Tanggal 6 September Sudah Ditonton Oleh Saksi ini "

Post a Comment